JALUR GAZA — Israel melakukan serangan berturut-turut ke Jalur Gaza, Palestina, beberapa hari ini. Menurut laporan Abdillah Onim, relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza (Mer-C), Ahad (11/3), serangan dilakukan oleh pesawat tempur Israel, kapal selam, dan pesawat tanpa awak (drone) Israel ke tengah-tengah penduduk.
Tentara zionis secara membabi buta menyerang seluruh wilayah yang ada di Jalur Gaza, baik wilayah Jalur Gaza bagian utara, selatan, timur bahkan ditengah-tengah kota gaza yang padat penduduknya.
“Dari hasil informasi yang saya dapatkan dari pihak RS bahwa dari 4 hari yang lalu sampai dengan tanggal 10 Maret 2012 sudah 17 warga Gaza yang tewas dan 35 lainnya luka para korban baik anak-anak, wanita, dan laki-laki,” kata Abdillah.
‬Melihat kebrutalan tentara zionis tersebut, lanjutnya, para pejuang Palestina baik Hamas, Jihad, dan beberapa gerakan lainnya tidak tinggal diam. Mereka juga rutin membalas tembakan tentara zionis dengan menggunakan roket antipesawat dan roket antitank ke arah markas tentara zionis dan kota Israel. “Tentu dari pihak zionis juga ada yang tewas, akan tetapi mereka malu untuk mengekspos berita tersebut.”
Para tentara Israel menyerang dengan pesawat tempur jet F16, kapal perang, maupun dari pesawat drone (pesawat tanpa awak) dan penyerangan yang zionis lakukan lebih fokus pada malam hari. Menurut laporan Abdillah Onim, relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza (Mer-C), Ahad (11/3), sepertinya zionis Israel mengambil kesempatan pada saat wilayah Jalur Gaza sedang mengalami kesempitan, yaitu diserang pada malam hari di saat para penduduk tidak memiliki lampu penerang.
“Penduduk juga diserang pada siang hari di saat mereka sedang ramai berjalan kaki karena Jalur Gaza sedang krisis BBM (solar,bensin, dan gas). Yang lebih biadab, tentara zionis Israel menyerang disaat para warga sedang sibuk berbelanja dipasar tradisional untuk kehidupan makan mereka sehari-hari,” katanya.
Selama empat hari ini, wilayah yang menjadi sasaran kebrutalan tentara zionis adalah Kota Gaza, Kota Jabalia, Kota Khan Yunis wilayah Rafah, dan sampai dengan penulisan laporan ini, kondisi Jalur Gaza masih dalam suasana mencekam. Di malam hari, terdengar suara sirine ambulans dan pesawat milik Israel.
“Kemarin, 10 Maret 2011, saya memberanikan diri pergi kepasar tradisional yang barada di Naser City, se‬‫dang sibuk berbelanja bahan makanan, tiba-tiba satu unit pesawat jet F16 terbang persis di atas pasar tersebut dan melontarkan dua unit bom dengan serentak teriakan para wanita dan tangisan anak-anak sembari lari berhamburan keluar dari lokasi pasar. Akibatnya 1 tewas dan 5 orang lainnya luka-luka,” ceritanya.

Read more: http://www.atjehcyber.net